New York

New York


Prayer Times

Fajr 04:10 AM
Sunrise 005:57 AM
Dhuhur 12:54 PM
Asr 04:44 PM
Maghrib 07:50 PM
Isha 09:20 PM
« < April 2017 > »
S M T W T F S
26 27 28 29 30 31 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 1 2 3 4 5 6
PDF Cetak E-mail

Sejarah Awal

Di awal tahun delapan puluhan, masyrakat muslim Indonesia di New York, sudah  mulai mengadakan pengajian. Pengajian yang dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an dan diikuti dengan ceramah dan tanya jawab ini secara informal disebut dengan nama Keluarga Pengajian Indonesia di New York City.

Pengajian ini diadakan dari apartemen ke apartemen atau rumah ke rumah secara bergantian. Tetapi karena jumlah jamaah yang terus bertambah, pengajian ini, dengan izin dari Konsul Jendral RI di New York, mulai menggunakan salah satu ruangan di kantor Konsulat. Dan aktifitas pengajian inipun dilakukan secara regular setiap bulannya sampai memiliki mesjid sendiri.

Kebutuhan akan adanya mesjid sendiri, membuat para jamaah berinisiatif untuk selalu mengedarkan kotak amal disetiap pengajian. Menyadari bahwa cara seperti ini akan memakan waktu yang lama, akhirnya masyarakat muslim pada tanggal 22 Desember 1989 mendirikan organisasi bebas pajak, yang diberi nama Indonesian Muslim Community, Inc. (IMCI).

Di masa ini, para pegawai pemerintah dan pegawai perusahaan Indonesia di New York City  dilibatkan di dalam kepengurusan IMCI. Seperti  Duta Besar Indonesia untuk Amerika, Duta Besar Indonesia untuk PBB dan Bapak Ahmad Padang,  sebagai perwakilan dari masyarakat Indonesia. Sedangkan Bapak Prang Sakirman ditunjuk sebagai Ketua Pengurus Harian IMCI. Untuk mengumpulkan dana, maka ditunjuklah Bapak Ibrahim Zarkasyi sebagai Penanggung jawab kegiatan pengumpulan dana. Dengan aktifitas pengumpulan dana ini, IMCI akhirnya dapat membeli sebuah bangunan di Queens New York sebesar 385 ribu US dollar.

Untuk renovation awal, dikeluarkan dana sebesar 125 ribu US dollar, sehingga sebulan setengah setelah dibeli, bangunan yang dulunya adalah sebuah gudang penyimpanan, menjadi sebuah mesjid. Pada bulan Oktober 1995, delegasi IMCI menemui Presiden Suharto yang pada waktu itu menghadiri salah satu pertemuan di PBB, untuk menjelaskan tentang rencana pengembangan mesjid. Presiden Suharto, sebagai Ketua Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila, memberikan bantuan sebesar 150 ribu US dollar. Renovasipun terus dilakukan sampai sekarang, walaupun masih kelihatan bentuk awalnya.
 
Dan akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1995, bersamaan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia, Masjid Al Hikmah diresmikan. Mesjid Al Hikmah secara literal berarti Mesjid Kearifan. Nama mesjid diambil dari ayat Al Qur’an surat 16 ayat 125 yang diartikan sebagai berikut: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan Hikmah dan pelajaran yang baik…”.


Kegiatan

Fungsi utama dari sebuah mesjid adalah tempat untuk sembahyang atau sholat, demikian juga dengan Masjid Al Hikmah. Tetapi, sejak dari awal, Masjid Al Hikmah sudah merupakan tempat pelayanan masyarakat muslim secara umum dan masyarakat muslim Indonesia pada khususnya.
Mesjid Al Hikmah juga sebagai pusat pengajian, yang secara umum selalu dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an dan ceramah kemudian diikuti dengan tanya jawab.


Sebagaimana biasa, sebuah mesjid dibangun, salah satu tujuannya adalah untuk mendidik generasi muda khusunya anak-anak agar mengenal Islam secara intensif. Oleh karena itu, Mesjid Al Hikmah juga membuka kelas belajar Islam untuk anak-anak dari pendidikan dasar hingga menengah, yang dinamakan dengan Saturday School. Kegiatan Saturday School ini, sebenarnya sudah dimulai sejak sebelum adanya mesjid  Al Hikmah, oleh para orang tua yang perduli terhadap kurangnya pengajaran tentang agama, khususnya Islam di sekolah-sekolah umum. Sampai sekarang, Saturday School kurang lebih memiliki seratus murid yang mana beberapa adalah murid bukan keturunan orang Indonesia, Oleh karena itu, Saturday School dapatlah dianggap sebagai pelopor pelayanan Masjid Al Hikmah kepada masyarakat luas.


Beberapa kegiatan sosial juga diadakan di Masjid Al Hikmah seperti sebagai tempat diadakannya pernikahan, dialog antar agama, bazaar, juga sebagai tempat dilaksanakannya sholat ghaib.

 Kesimpulan     

Masjid Al Hikmah adalah tempat muslim Indonesia menemukan akar budayanya, melalui kegiatan-kegiatan kegamaannya, seperti sholat Idul Fitri, sholat Jum’at, pengajian bulanan, buka bersama pada bulan Ramadhan, yasinan dan tahlilan juga pernikahan. Masjid Al Hikmah juga merupakan tempat bertautnya budaya dan kepercayaan masyarakat muslim Indonesia di New York City.